Kamis, 04 Maret 2010

PRINSIP DAN FALSAFAH PEMBERIAN LATIHAN

a.Secara umum bola basket hanyalah bagian dari system pendidikan. Oleh karenanya harus tetap dipandang sesuai kedudukan yang tepat. Seorang pelatih (coach) harus mengenal peraturan-peraturan administratif.Ia harus mendukung peraturan tersebut100%

b.Kedudukan sebagai guru:
pelatih basket adalah salah seorang anggota staf pengajar. Oleh sebab itu ia harus mengikuti metoda-metoda dan teknik-taknik pengajaran yang etis dan efisien yang telah digariskan di tempat ia mengajar. Ia harus sepenuhnya sadar terhadap jawabannya sebgai pembina kaum muda.

c.Latihan dan kesehatan : merupakan faktor paling penting.
Oleh karena itu harus ada garis besar program latihan yang disusun secara cermat.
Upaya apapun harus dilakukan untuk melindungi para pemain.
Pemain yang cidera tidak boleh dibiarkan begitu saja. Begitu juga tidak boleh didorong atau di paksa untuk berlatih, tanpa lebih dahulu mendapat pernyataan “sehat” dari dokter.
Pelatih haruslah selalu ingat bahwa ia bukanlah dokter.

d.Loyalitas : pelatih harus berusaha untuk disukai , dihormati oleh setiap
anak didik. Serta pelatih-pelatih olahraga lainnya.
Program lingkungan sekolah tempat ia mengajar harus dihargai dan didukung penuh olehnya, karena inipun merupakan bagian dari keseluruhan program.

e.Sportifitas : karena pembentukan karakter dan sportivitas merupakan hal
Yang pokok dalam pembinaan olahraga , maka sudah menjadi tugas pelatih untuk selalu menampilkan sportivitas yang tinggi pada anak didiknya dalam segala sesuatu.

f.Peraturan : permainan tidak akan ada tanpa adanya peraturan. Pelatih harus menaati dan melindunginya dalam batas-batas interpretasi yang benar. Ia juga harus mengakui sulitnya penyelenggaraan pertandingan.

g.Profesionalisme : pelatih harus menyadari keterbatasan dirinya dalam hal pengetahuan tentang pertandingan , untuk itu pelatih harus selalu berusaha meningkatkan terus pengetahuannya dengan membaca buku-buku olahraga , mengikuti penataran-penataran serta mengikuti pertandingan-pertandingan baik yang bersifat persahabatan maupun profesional.Pelatih harus bersikap antusias , energik dan bekerja tak kenal lelah untuk memajukan olahraga bolabasket.

h.Hubungan Pemain-Pelatih :
Pelatih harus akrab dengan pemain/anak didiknya.
Ia harus mengembangkan sikap saling menghormati dan percaya diri.
Ia harus mengecek kesalahan-kesalahan mereka ,namun siap untuk memahami jika mereka mengalami kegagalan.
Bisa jadi suatu kegagalan berasal dari kurang tepatnya cara pengajaran.
Pelatih harus memahami , simpatik , tetapi tegas dihadapan anak didiknya.
Daftar peraturan dalam latihan juga perlu sekali diberikan , aturan-aturan ini harus dilaksanakan.
Pelatih harus menyadarkan anak didiknya akan pentingnya STUDI dan KEWAJIBAN mereka terhadap ORANG TUA masing-masing ,terhadap TIM BASKET mereka dan terhadap SEKOLAHNYA.

i.Tim :Pelatih harus mengkoordinir setiap anak didiknya sehingga terbentuk satu tim dimana setiap anggotanya merupakan bagian yang terpenting.Pelatih harus mengajak anak didiknya untuk mencintai olahraga ini , serta ”menyuntikkan” hasrat untuk MENANG.
Pelatih harus ada diantara anak didiknya setiap usai pertandingan , dalam keadaan menang ataupun kalah.
TERUTAMA : saat menghadapi kekalahan , pelatih harus ada disamping mereka saling membagi kekecewaan , namun tetap sambil memulihkan SEMANGAT dan RASA PERCAYA DIRI mereka.

j.Skill Dasar :Pendekatan yang tepat untuk memberikan latihan , dimulai dengan pengajaran tentang SKILL-SKILL DASAR.
Pelatih harus sabar memberikan drill berkali-kali, agar tercapai performance skill dasar yang benar.
TIDAK ADA JALAN PINTAS UNTUK MENCAPAI TUJUAN INI !!!
Tim yang baik adalah TIM YANG MEMILIKI SKILL DASAR BAIK.

k.Kepemimpinan :
Pelatih harus mampu mengembangkan kepemimpinan dalam diri anak didiknya dengan menunjukkan rasa percaya diri , agresivitas dalam situasi tertentu dan perilaku yang sopan. Dalam keadaan darurat , lebih baik ambil tindakan tertentu daripada tidak ada tindakan sama sekali.

l.Kemajuan :Kemajuan dalam penguasaan , kondisi dan semangat tim yang dilengkapi dengan hubungan pribadi yang akrab antara Pelatih dan Anak didik , akan membentuk semangat kerjasama yang baik.

m.Disiplin :Disiplin sangar diperlukan , akan tetapi disiplin dapat dikembangkan secara lebih ifektif melalui sikap menghargai anak didik daripada melalui otoritas kedudukan
Perlu diingat !! : kritik yang tajam dapat merusak rasa percaya diri maupun harga diri , sedangkan pujian dapat meningkatkan semangat pribadi maupun kelompok.

Tidak ada komentar: